Rabu, 13 Mei 2015

Mengenal dunia peternakan 

PETERNAKAN
    Peternakan adalah kegiatan pengembangbiakan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaan saja, memelihara dan peternakan bedanya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.

    
    Kegiatan peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti : sapi, kerbau, dan kuda, sedangkan kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti : ayam, kelinci, dan lain-lain.

SEJARAH PETERNAKAN
    Sistem peternakan diperkirakan telah ada sejak 9000 sebelum masehi yang dikenal dengan domestikasi anjing, babi, dan domba. Peternakan semakin berkembang pada masa neolitikum, yaitu masa ketika manusia mulai menetap tinggal disebuah perkampungan. Pada masa ini pula, domba dan kambing yang semula diambil hasil dagingnya, kini mulai juga dimanfaatkan hasil susu dan bulunya (WOL). Setelah itu manusia juga memelihara sapi dan kerbau untuk diambil hasil kulit dan hasil susunya setra dimanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah. Manusia juga mengembangkan peternakan kuda, babu unta, dan lain-lain.
   Ilmu pengetahuan tentang peternakan, diajarkan dibanyak universitas dan perguruan tinggi diseluruh dunia. Para siswa diajar ilmu disiplin seperti ilmu gizi, genetika dan budi-daya, atau ilmu reproduksi. Lulusan dari perguruan tinggi ini kemudian aktif sebagai dokter hewan, farmasi ternak, pengadaan ternak dan industri makanan.
    Dengan segala keterbatasan peternak, perlu dikembangkan sebuah sistem yang berwawasan ekologis, ekonomis, dan berkesinabungan sehingga peternakan industri dan peternakan rakyat dapat mewujudkan ketahanan pangan mengatasi kemiskinan.

MACAM_MACAM HEWAN TERNAK
    Adapun jenis-jenis ternak diantaranya sapi, kerbau, sapi perah, bomba, kambing, babi, kelinci, ayam, itik, mentok, puyuh, ular sutra, belut, katak hijau, dan ternak lebah madu. Masing-masing hewan ternak tersebut dapat diambil manfaat dan hasilnya. Hewan-hewan ternak ini dapat dijadikan pilihan untuk diternakan sesuai tujuan yang ingin dicapai.

TUJUAN
    Suatu usaha agribisnis seperti peternakan harus mempunyai tujuan, yang berguna sebagai evaluasi kegiatan yang dilakukan selama beternak salah atau benar. Contoh tujuan peternakan yaitu tujuan komersial sebagai cara untuk memperoleh keuntungan. Bila tujuan ini yang ditetapkan maka segala prinsip ekonomi perusahaan, ekonomi mikro dan makro, konsep akutansi dan manajemen harus diterapkan. Namun apabila peternakan dibuka untuk tujuan pemanfaatan sumber daya misalnya tanah, untuk mengisi waktu luang tujuan utama memang bukan merupakan aspek komersial, namun harus tetap mengharapkan modal yang ditanamkan dapat kembali.

MANFAAT DAN HASIL BETERNAK
    Manfaat yang didapat dari hasil beternak kambing, selain diambil hasil dagingnya, kambing dapat diambil hasil kulitnya, kotorannya dapat dimanfaatkan untuk pupuk, dan hasil tulangnya dapat juga dimanfaatkan. Bahkan jenis kambing tertentu dapat diambil hasil susunya, hasil bulunya untuk bahan kain WOL. Manfaat yang dapat diambil dari usaha beternak lebah apis melliferayang bibit awalnya didatangkan dari australia adalah jasanya untuk polinasi (Penyerbukan) tanaman. Banyak diluar perkebunan indonesia yang menyewa koloni lebah dari peternak untuk melakukan peneyerbuakn tanaman diperkebunannya. Perkebunan yang sering menyewa koloni lebah adalah perkebunan apel.

    Beternak kelinci juga banyak memiliki manfaat, diantaranya yaitu daging yang diambil untuk menambah gizi keluarga, penambah penghasilan keluarga, Kulitkelinci dapat dijual untuk bahan industri, kotoran serta air kencingnya dapat kita jual untuk dijadikan pupuk tanaman setra untuk bahan bakar biogas.

MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK
Manajemen pemeliharaan diperkenalkan sebagai upaya untuk memberikan keuntungan yang optimal bagi para peternak. Dalam manajemen pemeliharaan ternak dipelajari antara lain seperti : seleksi bibit, pakan, kandang, sistem perkawinan, kesehatan hewan, tata laksana pemeliharaan dan pemasaran. Pakan yang berkualitas baik atau mengandung gizi yang cukup akan berpengaruh baik terhadap yaitu tumbuhan sehat, cepat gemuk, berkembang biak dengan baik, jumlah ternak yang sakit atau mati akan berkurang, setra jumlah anak yang lahir sampai disapih meningkat. Singkatnya pakan dapat menentukan kualitas ternak. Selain itu berdasarkan penelitian, hasil dari kualitas pupuk dari ternak potong denga ternak perah berbeda. Ternak yang diberi makan bermutu (seperti ternak perah) akan menghasilkan pupuk yang berkualitas baik, sebaliknya ternak yang diberikan makanan dengan kualitas yang kurang baik juga menghasilkan pupuk yang kualitasnya rendah.


PELAYANAN KESEHATAN HEWAN DALAM HUKUM

    Undang-undang pokok kesehatan hewan adalah undang-undang kesehatan dan hewan no.6/1997 dan PP no 15/1978 tentang produksi dan distribusi obat hewan serta berbagai instruksi mentri pertanian dan dirjen peternakantentang pelayanan kesehatan hewan. Undang-undang dan karantina PP tentang perkarantinaan juga dimasukkan kedalam usaha pelayanan kesehatah hewan.

CARA BETERNAK KHAS PETERNAKAN INDONESIA
    Setiap daerah memiliki budaya ternak sendiri, budaya timur tengah selatan, dalam hal pemeliharaan ternak, umumnya penduduk yang teliti masih memiliki kecenderungan untuk melepas saja hewan-hewan ternak peliharaan merekadipadang rumput pada siang hari. begitu pula dimaluku, bidang peternakan belum menjadi sebuah bidang peternakan yang ditekuni oleh masyarakat. Yang ada hanyalah peternakan-peternakan biasa tanpa adanya suatu sistem tertentu. Pada umumnya jenis-jenis hewan ternak yang dipelihara, diantaranya adalah kambing, ayam, dan itik. Hewan-hewan ini dibiarkan bebas tanpa kandang. Dilampung , hewan-hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran, dan setelah beberapa tahun, kemudian hewan tersebut ditangkap dan dimasukan kedalam kandang, dihitung jumlahnya dan diberi tanda milik pada tubuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar